Implementation of Local Wisdom in the Sanghyang Jaran Dance at Mpu Aji Temple, Lunyuk District, Sumbawa Regency

Authors

  • Ni Nengah Julia Dewi Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Author
  • Wayan Mandrayasa Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Author
  • Putu Desni Sumbarahyuningsih Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Author
  • Putu Indri Agustini Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Author
  • Made Budi Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.63577/wid.vi.188

Keywords:

kearifan lokal, Tari Sanghyang Jaran, Pura Mpu Aji, etnografi ritual

Abstract

Artikel ini mengkaji implementasi kearifan lokal dalam Tari Sanghyang Jaran di Pura Mpu Aji, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, dalam diskursus antropologi budaya dan studi ritual. Penelitian bertujuan menjelaskan bagaimana nilai spiritual, sosial, ekologis, edukatif, dan simbolik diaktualisasikan dalam praktik Sanghyang Jaran di komunitas Hindu minoritas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif etnografis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan informan kunci, dan dokumentasi, yang dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hipotesis kerja penelitian ini adalah bahwa kearifan lokal terimplementasi kuat dalam praktik, tetapi pemahaman konseptualnya belum merata antargenerasi. Temuan menunjukkan bahwa Sanghyang Jaran berfungsi sebagai media komunikasi sakral, penguat identitas dan solidaritas komunal, wahana pendidikan karakter, serta arsip hidup etika lingkungan, sekaligus berada dalam tekanan modernisasi dan perubahan gaya hidup. Artikel ini berkontribusi memperluas kajian Sanghyang di luar Bali dan menawarkan kerangka pembacaan kearifan lokal sebagai praxis dinamis dalam konteks minoritas. Hasil penelitian menegaskan pentingnya strategi pelestarian yang tidak hanya menjaga bentuk ritual, tetapi juga menguatkan transmisi makna lintas generasi.

References

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Dasih, I. G. A. R. P., & Padawati, I. G. A. D. P. (2022). Komunikasi Ritual Dalam Harmonisasi Perilaku Beragama. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Budaya, 17(2). DOI: https://doi.org/10.25078/wd.v17i2.1905

Erawati, N. M. P., & Lanus, I. K. (2022). Tari Sanghyang Sebagai Pelestari Tradisi Ritual Zaman Pra-Hindu Sebuah Kearifan Lokal Banjar Jangu, Desa Duda, Selat Karangasem. Widyadharma: Prosiding Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, 1(1), 195-201.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Keraf, A. S. (2002). Etika Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Malinowski, B. (1944). A Scientific Theory of Culture and Other Essays. Chapel Hill: University of North Carolina Press.

Merta, P., & Wijaya, K. K. (2022). Nyepi lokal dalam pengejawantahan pelestarian alam di desa Lokasari Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 2(2), 49-66. DOI: https://doi.org/10.37329/metta.v2i2.1844

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Mistianah, M. P., Qomariyah, I. N., Budiono, D., & Widyaningrum, D. A. (2024). Indigeneous Ecological Knowledge Masyarakat Suku Tengger: Budaya dan Kearifan Lokal Dalam Konservasi Alam. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Purna, I. M. (2017). Pemberdayaan Tari Sanghyang Di Banjar Jangu, Desa Duda Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(2). DOI: https://doi.org/10.31091/mudra.v32i2.114

Putra, I. G. A. A., Supriyatini, S., & Tjokropramono, I. G. Y. (2023). Sanghyang Sampat Dance in Puluk-Puluk Village as an Idea for Creating Painting Works. Cita Kara: Jurnal Penciptaan Dan Pengkajian Seni Murni, 3(2), 216-223. DOI: https://doi.org/10.59997/ctkr.v3i2.3004

Putra, R. H., Al-Farid, I. A., Purwanto, E., Hidayatullah, K. R., & Anugrah, M. R. P. (2025). Film dokumenter sebagai alat edukasi budaya untuk pembangunan komunitas. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(3), 13-13. DOI: https://doi.org/10.47134/dkv.v2i3.4277

Santhi, N. N. P. P., & Cantika, A. A. L. (2024). Hukum Dekontruksi Pariwisata Budaya Bali: Antara Kearifan Lokal Dan Komersial. Kerta Dyatmika, 21(2), 85-93. DOI: https://doi.org/10.46650/kd.v21i2.1585

Sartini. (2004). "MenggaliKearifanLokal Nusantara: Sebuah Kajian Filsafati". JurnalFilsafat, 37(2), 111-120.

Sudarsana, I. M., Sugiarta, I. M., Rudita, I. K. G., & Purwantini, N. M. D. (2024). Religiusitas Tari Sanghyang Jaran Gading Dalam Upacara Piodalan Di Pura Puseh Desa Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung. WIDYANATYA, 6(2), 30-41.

Sustiawati, N. L., Suryatini, N. K., & Artati, A. A. A. M. (2017). Pengembangan desain pembelajaran seni tari di sekolah dasar berbasis localgenius knowledge berpendekatan integrated learning. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(2). DOI: https://doi.org/10.31091/mudra.v32i2.110

Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Chicago: Aldine Publishing Company.

Yasmine, A. V., Zulfa, I., & Rihaadah, S. (2024, July). Pemertahanan Budaya Bali pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Seni dan Tari Tradisional. In SINAU Seminar Nasional Anak Usia Dini (Vol. 1, pp. 369-380).

Downloads

Published

2025-11-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Implementation of Local Wisdom in the Sanghyang Jaran Dance at Mpu Aji Temple, Lunyuk District, Sumbawa Regency. (2025). Widya : Jurnal Ilmu Pendidikan, 243-254. https://doi.org/10.63577/wid.vi.188

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 > >>